August 2020

Beberapa-Harga-Laptop-di-Bawah-Rp7-Juta-Terbaik-di-2020 Beberapa-Harga-Laptop-di-Bawah-Rp7-Juta-Terbaik-di-2020

almagthoob  Berada di level yang sama seperti smartphone, tidak seperti dulu, kini laptop menjadi perangkat yang bisa dikatakan wajib dimiliki oleh setiap orang. Terutama bagi mereka yang mengutamakan mobilitas tinggi, laptop sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas atau tugas yang tidak bisa dilakukan di perangkat terbatas seperti smartphone.

Nah, berbicara mengenai versi compact dan ‘mudah dibawa ke mana-mana’ dari komputer atau PC ini, kali ini kami telah merangkum rekomendasi Beberapa laptop terbaik dengan harga di bawah Rp7 juta untuk dibeli di 2020. Check this out!

1. Acer Aspire 5 – Rp6,2 juta

cer-Aspire-5-–-Rp62-juta

 

 

 

 

 

 

Ada banyak alasan untuk melirik Acer Aspire 5. Layar 15,6 inci-nya cukup terang dengan 276 nits dan resolusi 1080p yang diusungnya, jarang ditemukan di laptop yang berada di kelasnya. Performa juga tidak kalah menarik dengan multitasking yang dijamin lancar berkat dukungan prosesor Intel Core i3 generasi ke-8, RAM 4GB dan penyimpanan berbasis SSD.

Untuk baterai, Aspire 5 juga tampil memukau dengan daya tahan mencapai 9 jam (dalam pemakaian normal). Laptop ini mungkin tidak diperuntukkan untuk gaming, namun sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan laptop untuk sekolah yang tahan lama.

2. Asus VivoBook 15 – Rp6 juta

Asus-VivoBook-15-–-Rp6-juta

 

 

 

 

 

 

 

Asus VivoBook 15 mengemas desain superslim dengan layar 15,6 inci FHD ber-bezel 5,7mm yang ultra tipis. Ini juga membawa engsel ErgoLift (pertama diperkenalkan di seri ZenBook S) untuk manajemen airflow yang lebih baik sekaligus pengetikan yang lebih nyaman berkat kemiringan 3,5 derajat ke atas.

Jika itu masih kurang, keyboard pada VivoBook 15 juga telah mendukung backlit untuk membantu mereka yang suka bekerja dalam ruangan gelap. Untuk spesifikasi sendiri, VivoBook 15 mengandalkan prosesor Intel Core i3 generasi ke-8, RAM 8GB dan penyimpanan berbasis SSD.

Baca Juga : Review 2 Monitor Gaming Termahal

3. Microsoft Surface Go 2 – Rp5,7 juta

Tidak seperti mayoritas laptop di daftar ini, Surface Go 2 dari Microsoft merupakan laptop hybrid yang juga bisa dioperasikan sebagai tablet berbasis Windows 10. Di atas kertas, Surface Go 2 tidak jauh berbeda dengan pendahulunya.

Perbedaan signifikan hanya terletak pada layar yang kini berukuran 10,5 inci serta daya tahan baterai dan kualitas webcam yang lebih baik. Mengingat ini merupakan laptop entry-level, tak heran jika spesifikasinya sangat minimalis. Lebih jelasnya, Surface Go 2 hanya dibekali dengan prosesor Intel Pentium Gold, RAM 4GB dan penyimpanan berbasis eMMC.

4. Acer Swift 1 – Rp3,5 juta

Swift 1 merupakan salah satu laptop paling ringan, terjangkau dan sempurna yang pernah dibuat oleh Acer. Di harga yang ramah kantong, Swift 1 menawarkan body dengan sasis aluminium yang solid, port lengkap (Type-C, USB 3.0, USB 2.0, HDMI) dan webcam yang dengan kualitas di atas rata-rata.

Selain itu, daya tahan baterai mencapai 10 jam juga menjadi nilai plus yang dimiliki oleh Swift 1. Berbeda dengan Aspire 5 yang masih mampu digunakan gaming ringan, Swift 1 lebih ke arah laptop kasual dengan spesifikasi minimum seperti Intel Pentium Silver, RAM 4GB dan penyimpanan berbasis eMMC.

5. HP Pavilion x360 – Rp4,1 juta

Sebagai laptop 2-in-1, HP Pavilion x360 sangatlah fleksibel karena dapat digunakan sebagai tablet layar sentuh maupun laptop konvensional. Tidak sampai situ saja, sepasang speaker Bang & Olufsen juga memungkinkan pengguna untuk menggunakan Pavilion x360 sebagai speaker stereo.

Beralih ke kinerja, Pavilion x360 terbilang cukup baik untuk masalah performa. Dengan Intel Pentium, RAM 4GB, penyimpanan berbasis SSD dan baterai dengan daya tahan 6 jam, Pavilion x360 bisa jadi alternatif lebih murah bagi mereka yang sedang berburu laptop berkemampuan tablet untuk pekerjaan sehari-hari.

Review-2-Monitor-Gaming-Termahal Review-2-Monitor-Gaming-Termahal

almagthoob – mengenai game, tentu tidak lepas dari komponen satu ini, yaitu monitor. Monitor menjadi krusial karena satu-satunya output yang dapat mengeluarkan gambar dalam bermain game. Monitor untuk game sendiri dari tahun ke tahun berkembang, mulai dari yang dulunya hanya menggunakan monitor biasa seperti TV atau monitor cembung, hingga sekarang berbagai merk memunculkan monitar khusus gaming yang memanjakan mata.

Untuk saat ini, monitor gaming muncul dengan berbagai pilihan dan berbagai harga sesuai fungsi. Mulai dari harga Rp 1 jutaan hingga puluhan juta rupiah. Namun di tahun 2019 ini, akan ada 2 monitor dengan harga termahal yang akan dirilis.

1. Dell Alienware 55

Dell-Alienware-55

 

 

 

 

Dell dengan platform game-nya, yaitu Alienware, memang sukses terjun dalam dunia perangkat keras game, seperti laptop dan desktop. Sebagai salah satu platform perangkat keras game yang besar, Alienware terus berinovasi untuk memanjakan pecinta game, salah satunya dengan mengembangkan monitor yang memanjakan mata.

Dalam pagelaran Computex 2019, Alienware memperkenalkan Alienware 55, sebuah monitor gaming 55 inci. Monitor ini memiliki refresh rate hingga 120Hz, di mana dengan refresh rate yang tinggi membuat gambar yang bergerak menjadi lebih halus untuk mata. Monitor ini juga menawarkan resolusi 4K, yang tentunya membuat gambar memiliki detail yang sangat baik.

Poin lain yang ditawarkan adalah response time yang ditawarkan, yaitu 0.5ms, yang membuatnya memiliki respons sangat cepat saat game berlangsung. Dan yang tidak kalah penting, monitor ini datang dengan layar OLED.

Monitor ini diperkirakan akan rilis secara publik pada tanggal 30 September 2019 dengan harga USD4.000 atau kurang lebih Rp 56 juta.

Baca Juga : TV Qled 8K Samsung Seharga Rp1,5 Miliar

2. Asus ROG Swift PG65UQ

Asus-ROG-Swift-PG65UQ

 

 

 

 

 

ROG, sebuah platform perangkat keras yang berasal dari Asus memang sudah terkenal dengan produknya yang diminati oleh gamer, mulai dari graphic card, monitor, hingga perlengkapan gaming lainnya seperti mouse dan keyboard.

Dengan pengguna yang masif, tidak heran jika ROG selalu muncul dalam persaingan perangkat keras gaming dunia. Dari situ, ROG memunculkan sebuah monitor untuk gamer yang ingin dimanjakan matanya.

Asus ROG Swift PG65UQ kemudian muncul untuk menjawab itu semua. Dengan display 65 inci dan resolusi 4K membuat manitor ini menjadi monitor gaming dengan refresh rate 144Hz terbesar saat ini.

Tidak hanya itu, monitor ini juga menawarkan akurasi warna sebesar 95% (color gamut) membuatnya tidak hanya untuk keperluan gaming, tapi juga editing. Dengan akurasi warna sebesar itu, warna yang ditawarkan saat bermain game pun juga terasa lebih detail.

Monitor ini akan rilis pada akhir tahun ini, dengan perkiraan harga sekitar USD4.999 atau kurang lebih Rp70 juta.

TV-Qled-8K-Samsung-Seharga-Rp15-Miliar TV-Qled-8K-Samsung-Seharga-Rp15-Miliar

almagthoobSamsung Electronics Co mengeluarkan televisi berteknologi QLED dengan resolusi 8K. Harga yang ditawarkan paling mahal Rp1,5 miliar.

Senior Product Marketing Manager TV and Audio Visual, Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengatakan Tv terbaru yang menawarkan sensasi gambar lebih jelas dengan layar besar ini memiliki 4 varian, yaitu 65 inchi, 75 inchi, 82 inchi, dan 98 inchi.

Untuk harganya sendiri sesuai dengan jenis ukuran. Tv 65 inchi dibandrol Rp80.499.000, 75 inchi Rp119.999.000, 82 inchi Rp166.999.000, dan paling mahal 98 inchi Rp1.499.999.000.

Alasan utama Samsung keluarkan 8K adalah demi pengalaman gambar yang maksimal. Hal ini karena resolusi gambar dipengaruhi pixel per inch (PPI). “Ketika membandingkan kualitas full HD, Tv 32 inchi jauh lebih bagus dari 55 inchi. Karena dari screen size, 2 juta pixel 1920×1080 dibagi 32 inch. Jadi lebih rapat,” katanya di Pulau Sentosa, Singapura, Senin (25/3/2019).

Ketika saat ini kebutuhan Tv dengan layar lebar makin besar, maka resolusi yang dibutuhkan harus lebih tinggi. Inilah yang mendasari kehadiran 8k.

Baca Juga : Lenovo Rilis Laptop Gaming 3i dan Legion 5i dengan CPU Intel

Ubay menjelaskan bahwa alasan Samsung mengeluarkan Tv berukuran besar karena pangsa pasar Indonesia yang cenderung lebih lebar.

Berdasarkan catatannya, penjualan tv di atas 65 inchi meningkat 2 kali lipat sejak 4 tahun terakhir di Indonesia. Sementara itu harganya semakin murah. Jika 2015 rata-rata harnya Rp47,5 juta, 2018 turun setengahnya jadi Rp25,1 juta.

Di sisi lain pertumbuhan penjualan Tv Samsung juga terus bergairah. Pada 2018 Tv layar datar naik 26%, UHD Tv 46%, dan ukuran 65 inchi ke atas 48%.

qled-tv

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa Keunggulannya?

Sampai saat ini konten 8k masih belum ada di Indonesia. Oleh karena itu, QLED Samsung 8K dilengkapi dengan artificial intelligence (AI) upscaling. Disebut AI karena Tv ini dibenamkan quantum 8k.

Alat tersebut berfungsi sebagai merespon segala jenis gambar lalu mengklarifikasi dan memformulasikannya menjadi jenis 8k. “Pasti upscaling ini tidak sebagus original. Tapi ini akan membantu konsumen untuk menikmati resolusi 8k dari konten yang ada,” jelas Ubay.

Selain gambar, audio Samsung 8k juga dipasang AI. Tentu kehadiran ini untuk menyelaraskan kualitas gambar dengan audio.

Terakhir, Ubay menjelaskan bahwa Tv ini dilengkapi full direct array. Fungsinya adalah agar kualitas gambar yang dihasilkan tetap maksimal walaupun di ruangan gelap.

Tv 98 inchi akan mulai ada di Indonesia pada Mei mendatang, sementara tiga sisanya April. Bagi yang berminat membelinya, sudah bisa melalukan pemesanan hingga 4 April. Tentu ada penawaran menarik, yaitu Samsung Galaxy S10+.

Lenovo-RIlis-Laptop-Gaming-3i-dan-Legion-5i-dengan-CPU-Intel Lenovo-RIlis-Laptop-Gaming-3i-dan-Legion-5i-dengan-CPU-Intel

almagthoob – Wabah COVID-19 sepertinya tidak membuat Lenovo mengendurkan jadwalnya untuk meluncurkan perangkat gaming mereka di Indonesia. Pada tanggal 25 Juni 2020 yang lalu, Lenovo meluncurkan dua laptop gaming terbarunya di Indonesia, Kedua laptop gaming tersebut adalah Lenovo Ideapad Gaming 3i dan Lenovo Legion 5i.

Sebelum acara peluncuran diadakan, Lenovo juga pernah memperlihatkan kepada para wartawan tentang laptop terbarunya ini. Namun, ternyata Lenovo memilih untuk langsung meluncurkan perangkatnya tersebut. Versi yang menggunakan Intel merupakan yang pertama diluncurkan.

Pada Legion 5i, Lenovo memperkenalkan lima kunci penjualannya. Legion 5i menggunakan layar dengan refresh rate 144 Hz dengan 100% sRGB. WiFi 6 pun juga sudah tersedia pada laptop yang satu ini. Untuk keyboard-nya, Legion 5i menggunakan teknologi TrueStrike 100% Anti-Ghosting.

Legion 5i juga sudah dilengkapi dengan pendingin bernama ColdFront 2.0. Teknologi ini menggunakan vapor chamber untuk mendinginkan prosesor serta kartu grafis yang ada didalamnya. Terakhir, Legion 5i memiliki daya tahan baterai sampai 8 jam dengan menggunakan mode Hybrid.

Legion

 

 

 

 

 

 

Ada dua jenis Legion 5i yang dikeluarkan. Perbedaannya ada pada prosesor yang digunakan, yaitu Core i5 10300H dan i7-10750H. Layar yang digunakan juga berbeda, di mana yang menggunakan Core i5 memakai layar 120 Hz. Untuk yang Core i7, Lenovo Legion 5i memakai layar IPS 144 Hz.

Lenovo menjual Legion 5i dengan Core i5 dengan harga Rp. 16.999.000. Sedangkan varian Core i7-nya dijual dengan harga Rp. 21.999.000.

Laptop kedua adalah IdeaPad Gaming 3i. Lenovo pun membanggakan produk yang satu ini karena memiliki standar Military Grade. Hal ini berarti IdeaPad Gaming 3i sudah tahan terhadap benturan dari ketinggian 122 cm. Selain itu, laptop ini bisa digunakan pada temperatur hingga 63 derajat celsius.

IdeaPad Gaming 3i keluar dengan dua jenis pengaturan RAM dengan total empat varian. Jenis pertama adalah menggunakan RAM 8 GB DDR4 2933 MHz. Keduanya menggunakan NVIDIA GTX1650. Prosesor yang digunakan adalah Core i5-10300H dan Core i7-10750H. Lenovo menjual jenis yang pertama ini dengan harga Rp. 12.999.000 dan 14.999.000, tergantung dari prosesor yang digunakan.

Jenis yang kedua menggunakan RAM Dual Channel 16 GB. Keduanya menggunakan prosesor yang sama, yaitu Core i7-10750H. Yang membedakan adalah penggunaan GPU-nya, di mana yang satu memakai NVIDIA GTX1650 dan yang lain memakai GTX1650Ti. Lenovo membanderolnya dengan harga Rp. 15.999.000 dan Rp. 16.999.000, tergantung dari GPU yang digunakan.

Semua laptop Lenovo yang baru dihadirkan ini sudah termasuk OS Windows 10 serta Office 2019 Home & Student yang berlaku seumur hidup. Lenovo juga memberikan game Tom Clancy’s The Division 2 bagi 100 orang pertama yang melakukan redeem.

Baca Juga: Review Keyboard ROG Strix Flare

Apakah Lenovo Legion 5i juga Military Grade?
Kelebihan dari Lenovo IdeaPad Gaming 3i yang baru diluncurkan kali ini adalah tingkat ketahanannya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, IdeaPad Gaming 3i memiliki standar militer yang membuatnya lebih tahan terhadap jatuh dari ketinggian 122 cm. Namun, apakah Lenovo Legion 5i yang lebih mahal juga memiliki standarisasi yang sama?

Laptop-Legion

 

 

 

 

 

Kevin Adityo selaku Consumer Notebook 4P dan T1 Lenovo Indonesia menjelaskan bahwa Lenovo Legion 5i tidak memiliki sertifikasi militer seperti IdeaPad Gaming 3i. Namun beliau mengatakan build quality dari Legion 5i sudah sangat bagus. Legion 5i juga sudah dites untuk standar militer, namun tidak dikeluarkan sertifikasinya.

Sertifikasi untuk IdeaPad Gaming 3i memang dikeluarkan karena memang Lenovo ingin memastikan bahwa laptop gaming entry level ini build quality nya tidak sembarangan. Lenovo mau memastikan dan mengkomunikasikan mengenai kualitas dari laptopnya kepada para penggunanya bahwa mereka tidak “neko-neko” dan memberikan standar militer.

Saya juga menanyakan apakah Lenovo IdeaPad Gaming akan ada versi AMD-nya. Secara tidak langsung, Kevin mengatakan bahwa versi AMD akan hadir sebentar lagi. Namanya nanti adalah IdeaPad Gaming 3 tanpa huruf I, karena itu merupakan kependekan dari Intel.

Review-Keyboard-ROG-Strix-Flare Review-Keyboard-ROG-Strix-Flare

almagthoob – Apa yang mendefinisikan sebuah keyboard pantas untuk menyandang nama gaming atau tidak? Anda bisa bertanya pada ratusan atau ribuan gamer PC di seluruh dunia, dan Anda akan mendapatkan banyak jawaban tersebar yang berbeda. Ada yang tidak peduli dengan sisi kosmetik dan hanya berfokus pada seberapa nyaman ia terasa di tangan, ada yang menilainya dari berapa banyak fitur dan fungsi berbeda yang ia tawarkan dibandingkan dengan keyboard konvensional, ada yang menilai dari seberapa mahal harga yang ia usung, hingga sekedar seberapa intensif sisi kosmetik untuk memperkuat identitas Anda sebagai seorang gamer. Jika Anda termasuk gamer yang menilainya dari kategori terakhir yang kami bicarakan, maka Anda tentu tidak ingin melewatkan apa yang ditawarkan ASUS via ROG Strix Flare yang satu ini.

Desain dan Fitur

ROG-Strix-Flare

 

 

 

 

 

Memilih nama yang tepat, ini mungkin reaksi pertama yang muncul di benak kami ketika “bertemu” dengan ROG Strix Flare. Kata “Flare” yang ia usung sepertinya sudah cukup untuk memberikan deskripsi tidak langsung pada apa yang sebenarnya hendak difokuskan oleh ASUS di produk yang satu ini. Benar sekali, fungsi RGB yang bahkan cukup untuk membuat Thanos dari dunia Marvel sekalipun, bangga menggunakannya untuk mengetik surat ancaman atau sekedar menghajar superhero Marvel di game-game teranyar dengan Infinity Gauntlet miliknya. Sebuah komparasi yang mungkin terdengar aneh, namun akan mudah Anda mengerti setelah melihat seberapa “terangnya” sisi kosmetik RBG yang ditawarkan di dalamnya.

Untuk urusan desain, ia mungkin tidak terlihat istimewa di awal, walaupun tetap punya keunikan tersendiri. Dengan brand ASUS dan “Republic of Gamers” yang tersebar di beragam sudut keyboard namun tetap mempertahankan cita rasa elegan lewat penempatan yang baik dan tidak berlebihan, Anda bisa menemukan cita rasa gaming darinya. Ada sesi di bagian kanan atas yang berisikan sebuah slot untuk akrilik persegi panjang yang default-nya berbentuk logo ROG dari ASUS, namun bisa Anda gonta-ganti dengan mudah. Di bagian kiri atas, di atas semua barisan tombol F standar yang ada, terdapat beberapa tombol ekstra untuk mengatur fungsi multimedia secara instan, termasuk sebuah roll kecil untuk memodifikasi volume suara. Membuat Anda lebih mudah mengatur segala sesuatunya tanpa harus menuju ke desktop terlebih dahulu.

Namun seperti yang kami bicarakan sebelumnya, kekuatan utama ROG Strix Flare memang terletak pada fungsi RGB-nya yang fantastis. ASUS jelas menjadikan sisi kosmetik ini sebagai nilai jual terpenting dari Flare, dan melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tidak hanya tingkat iluminasi saja yang fantastis, tetapi desain bagian bawah cap yang transparan membuatnya merefleksikan cahaya dengan lebih terang dan baik. Bagian sisi kiri dan kanan juga ditandai dengan sebuah strip LED panjang yang membuat efek warna tersebut juga “bocor” ke sisi permukaan dimanapun ia ditempati. Tidak cukup sampai di sana saja? Bagian tempat menyimpan bahan akrilik yang bisa Anda ganti dengan logo apapun yang Anda inginkan ini, juga diperkuat dengan RGB yang sama. Kerennya lagi? Semua efek yang bisa Anda atur dengan menggunakan perangkat lunak nantinya juga akan mempengaruhi “ekstra” sisi RGB ini.

Lantas, bagaimana dengan sisi spesifikasi yang ada? Apa yang ditawarkan oleh ROG Strix Flare ini? Berikut adalah spesifikasi resmi yang dibagi:

  • Connectivity Technology: Wired
  • OS Support: Windows 10 / Windows 10 64-bit / Windows 7
  • Dimensions: 454 x 155 x 31 mm
  • Weight: 1256 g with cable
  • Color: Steel Grey
  • Interface: USB
  • Switch: Cherry MX Red / Brown / Blue / Black

ROG Strix Flare, Seberapa Nyaman?

ROG-Strix-Flare

 

 

 

 

 

Opsi adalah kata kunci untuk apa yang ditawarkan oleh ROG Strix Flare ini. Dengan empat buah switch yang tersedia untuk Anda beli, Anda yang memiliki preferensi berbeda-beda bisa membeli dan mendapatkan keyboard gaming mekanikal yang memang Anda butuhkan. Sulit memang untuk mendeskripsikan seperti apa perbedaan sensasi yang ditawarkan oleh masing-masing switch yang direpresentasikan dengan warna yang berbeda ini, namun menjajalnya sendiri dan merasakannya dengan jari Anda sendiri adalah cara yang paling efektif. Kami sendiri mendapatkan versi Red Switch untuk proses review ini yang memang hadr dengan sensasi tekan yang lebih cepat dan lembut. Dengan nama Cherry MX yang menjadi pondasi switch kali ini yang sepak terjangnya sudah terbukti, Anda tidak perlu dipusingkan dengan kekhawatiran soal kualitas atau daya tahan yang ada.

Baca Juga : Manajemen risiko adalah Perbedaan Utama Antara Perdagangan dan Perjudian.

Bentuknya yang konvensional tanpa ada tombol tambahan juga berarti tidak perlu ada waktu untuk menyesuaikan diri dengan layout yang ada. Semua tombol yang Anda butuhkan untuk mengetik ataupun bermain senyaman yang Anda butuhkan terletak di tempat yang seharusnya, dengan ukuran setiap tuts yang juga proporsional. Seperti halnya keyboard gaming yang seharusnya, Anda juga didukung dengan fitur “tak tampak” seperti anti-ghosting dan N-key rollver untuk memastikan interpretasi perintah yang Anda butuhkan bisa dieksekusi dengan tanpa masalah, walaupun jari Anda berdansa dengan cepat. Untuk urusan gaming, ROG serius untuk menyediakan apa yang Anda butuhkan. Mereka bahkan menyediakan satu tombol ekstra – Windows Lock Key untuk memastikan Anda tidak sengaja memicu fungsi Windows saat bermain, apalagi ketika momen begitu “panas”. Untuk Anda yang butuh ekstra slot USB untuk pengaturan kabel lebih baik? Tenang, ROG Strix Flare juga menyediakan hal tersebut.

Satu yang menarik, terlepas dari fakta bahwa ia juga didukung perangkat lunak untuk mengatur sebagian besar fungsi yang Anda butuhkan, terutama makro, ROG Strix Flare juga tetap menyediakan opsi untuk mengeksekusinya secara real-time. Dengan kombinasi tombol yang didefikasikan untuk hal tersebut, Anda bisa menyuntikkan makro tanpa melakukan ROG Armoury – software pendukung produk ini sama sekali. Anda bisa saja berakhir tidak menggunakan fitur ini sama sekali, namun lebih banyak opsi selalu menjadi sesuatu yang pantas untuk disambut dengan baik.

Maka selanjutnya tentu saja kehadiran sang perangkat lunak – ROG Armoury II yang menjalankan tugasnya dengan baik sebagai perangkat lunak. Lewatnya, Anda bisa melakukan ragam tugas penting yang Anda harapkan dari sebuah keyboard gaming, terutama yang terkait dengan makro. Satu hal yang pantas untuk diacungi jempol adalah user-interface yang ia usung. Dengan layout keyboard yang terpampang begitu saja, dengan hanya melakukan proses point dan click, Anda bisa mengatur setiap fungsi yang Anda inginkan dengan sangat mudah. Acungan jempol untuk desain seperti ini.

Dengan semua fitur gaming yang ia tawarkan, terutama dari layout konvensional tanpa tambahan tombol yang nyaman untuk digunakan sejak hari pertama Anda membukanya, maka tidak ada yang bisa dikeluhkan dari ROG Strix Flare ketika berbicara soal fungsi gaming. Kami menjadikannya andalan untuk mencicipi dua game dengan daya tarik berbeda – DOTA 2 untuk atmosfer kompetitif yang sangat menonjolkan fungsi dan fitur keyboard yang satu ini dan satu lagi – Frostpunk, game simulasi kota single-player yang menantang. Melakukan aktivitas produktif dengannya, termasuk ketika kami mengetik review yang satu ini, juga hadir tanpa masalah sama sekali. Ia mampu menerjemahkan setiap huruf, kata, kalimat yang kami rangkai secepat jari kami mampu menanganinya. Membuatnya jadi opsi untuk gamer yang tidak hanya sekedar ingin menikmatinya di sesi gaming saja, tetapi juga kerjaan sehari-hari.

Seperti tengah menikmati Infinity Keyboard, sebuah keyboard yang ditenagai oleh enam Infinity Stones dari Infinity Wars Marvel yang terbaru, inilah sensasi yang muncul ketika kami menjajal ROG Strix Flare ini. Mungkin karena hype dan pikiran kami yang masih belum teralihkan dari pertarungan epik Thanos yang satu ini, tetapi sepertinya komprasi tersebut tidak berlebihan. Mengapa? Karena jelas, sejak Anda menyalakannya untuk pertama kalinya, ROG Strix Flare memang menjadikan tata cahaya berbasis RGB ini sebagai daya tarik utama.

Semua desain yang ditawarkan memang diarahkan untuk memperkuat aspek tersebut. Desain dasar cap berwarna transparan memperkuat proses pencahayaan yang ada, menghasilkan warna yang tidak hanya terasa lebih cerah saja, tetapi juga lebih terang. Kehadiran dua strip LED di bagian sisi yang mewarnai permukaan yang ada juga merupakan penambahan yang pantas untuk diacungi jempol, terutama karena ia juga terasa dan terlihat terang. Tidak seperti sebuah fitur yang didesain “sekedar” saja, tetapi memang difokuskan untuk memperkuat nuansa penggunaan ROG Strix Flare itu sendiri. Sementara untuk sisi akrilik, walaupun kami sendiri cukup “malas” untuk mengganti logo ROG yang sudah tersedia di sana, namun kami bisa melihat pesonanya untuk Anda yang memang mengikuti tim e-Sports game tertentu misalnya. Dengan sedikit usaha, Anda bisa mengganti logonya dengan tim favorit Anda yang biasanya juga, diasosiasikan dengan warna tertentu.

Dengan dukungan perangkat lunak yang mumpuni pula, Anda bisa mengatur beberapa efek pencahayaan menjadi seperti yang Anda inginkan. Dari sekedar yang “biasa” seperti Wave atau Ripple misalnya, hingga yang cukup unik seperti Quicksand atau Current misalnya. Dengannya pula, Anda bisa mengatur seberapa terang setiap LED ini bersinar atau seberapa cepat pula efeknya bergerak.

Pendekatan seperti inilah yang membuat ROG Strix Flare ini “memenuhi” takdir yang diusung ASUS di dalamnya sendiri. Bahwa ia didesain sebagai keyboard gaming yang seperti halnya Infinity Stones, terlihat begitu terang dan kuat di tangan Anda. Variasi warna dan eksekusi warna yang juga tepat membuat aspek ini semakin menggoda.

Kesimpulan
ROG Strix Flare adalah sebuah keyboard gaming yang secara fungsi, memang menawarkan semua hal yang Anda butuhkan. Semua fitur dan fungsi yang Anda inginkan disuntikkan ASUS dengan baik di sini, membuatnya menjadi senjata yang mumpuni untuk menangani semua genre game yang ada. Namun sulit rasanya untuk tidak mengakui, bahwa sesuai dengan namanya, fungsi RGB-nya lah yang jadi daya tarik utama. Terang, warna yang tepat, efek super keren, dan dukungan perangkat lunak yang mumpuni menjadi identitas produk yang satu ini. Target pasarnya sepertinya jelas, gamer yang tidak sekedar menginginkan keyboard gaming yang fantastis di sisi fungsi saja, tetapi juga memesona dari sisi kosmetik.

ROG Strix Flare sendiri saat ini ditawarkan di kisaran harga sekitar 2,2 juta Rupiah. Tertarik?